Sabtu, Oktober 29, 2011

nama baru

bismillah...

hari ini Sabtu, tanggal 29 Oktober 2011 (2 Zulhijah 1432), saya merubah nama blog ini yang tadinya bernama punyachandra menjadi numbuat.

semoga dengan nama yang baru bisa menjadi lebih baik dalam mengarungi dunia per-internetan..

Jumat, April 22, 2011

Sharing Hasil Motret [1]

[emas tapi isi coklat]
make by : Canon EOS 550D + Canon EF 50mm/1,8 II











[pose si Maisy]
make by : Canon EOS 550D + Canon EF 50mm/1,8 II

Jumat, April 15, 2011

Apa Sih Makna Sebenar Dari Bersosialisasi ?

Mungkin ini masalah yang sering dipertanyakan oleh banyak orang. Bahkan kadang ada yang memperdebatkan hal ini sesama temannya. Dan saya sempat berpikir apakah yang harus diperdebatkan untuk mempertahankan ego mereka jika mereka berdebat tidak menggunakan jalan pikiran yang benar.

Memang benar prinsipnya manusia itu makhluk sosial. Tapi bagaimana penerapannya dalam kehidupan sehari-hari? apakah harus dituntut manusia itu harus bersosialisasi, dan bersosialisasi yang bagaimana yang harus kita lakukan di dalam kehidupan ini?

Ada satu teman berkata, katanya manusia wajib bersosialisasi dan suksesnya orang tersebut bersosialisasi adalah dengan dibuktikannya dengan banyaknya teman yang ia punya, baik itu teman di dunia nyata maupun teman di dunia maya (di situs jejaring sosial). Jelas memang jika teman di dunia nyata berarti ia melakukan tatap muka terhadap orang tersebut meskipun tidak setiap waktu. Namun kasusnya akan berbeda dengan teman di dunia maya, apakah teman-teman yang di dunia maya tersebut benar orang yang dia kenal baik ?

Lalu muncul juga pertanyaan saya, apakah dengan banyaknya teman yang kita punya akan menjamin kita akan selalu senang dan bahagia setiap waktu ? bagaimana waktu untuk kesendirian yang akan sangat dibutuhkan?

Hal-hal yang membahas seperti ini yang terkadang membuat waktu kita terbuang sia-sia dengan gak jelas tujuannya apa.

Dan menurut saya, sekali lagi ini menurut saya ya.. "hidup bersosial atau bersosialisasi adalah bukan banyaknya teman yang berhasil kita punya, tapi hidup bersosialisasi adalah seberapa banyak teman yang berkualitas yang kita miliki yang bisa membawa perubahan yang lebih baik untuk kehidupan kita"

Mungkin itu saja coretan malam ini yang ingin saya tulis :)

Kamis, September 02, 2010

7 Pulau Terluar Di Kepulauan Riau Yang Rawan Konflik


Ada tujuh pulau terluar di Kabupaten Natuna yang berbatasan langsung dengan negara tetangga Vietnam dan Malaysia. Masing-masing pulau itu adalah Pulau Tokong Boro, Pulau Siumun, Pulau Sebetul, Pulau Sekatung, Pulau Subi Kecil, dan Pulau Senoa.
Data ini berdasar kajian sementara kebijakan strategis Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), yang disampaikan koordinator tim peneliti pusat kajian FISIP UMRAH Wahjoe Pangestoeti, di Hotel Caesar, Rabu (1/9).
Menurut Wahjoe, penelitian tersebut untuk menyusun model pengelolaan daerah perbatasan, dengan membentuk badan pengelolaan daerah perbatasan di Kepri.
“Sudah dua bulan kami melakukan penelitian. Nantinya ke tujuh pulau terluar tersebut akan ditempatkan batas wilayah pulau terluar di setiap kota perbatasan dan kabupaten,” ujarnya.
Wahjoe mencatat, di Provinsi Kepri selain Kabupaten Natuna, ada beberapa daerah pulau terluar lainnya. Ada 19 pulau terluar di Kepri seperti di Batam, Karimun dan Anambas.
“Ini penting, karena untuk mengantisipasi terjadinya konflik perebutan batas wilayah, yang selama ini sering terjadi antara negara tetangga terutama di Kepri,” kata Wahjoe.
Wahjoe mencontohkan, Pulau Sekatung di Natuna merupakan pulau terluar yang paling dekat dengan negara tetangga Vietnam yang dapat ditempuh sekitar 5 jam menggunakan kapal motor. Kondisi seperti ini sangat berpotensi terjadinya rawan konflik perebutan batas wilayah. Sementara model batas wilayah masih diteliti.
sumber : disini
SARAN : Semoga semua yang diwacanakan ini tidak hanya sekedar menjadi wacana, jangan biaya untuk pengamanan perbatasan ini di korupsi, dan yang paling penting jangan terlalu sibuk membangun di daerah pusat (Jakarta dan Pulau Jawa) saja. Ingat negara Indonesia ini luas, masyarakatnya banyak, merata di mana-mana daerah, jika pemerintah sibuk memikirkan bagaimana caranya memperkaya diri sendiri maka jangan heran kalau wilayah negara ini makin lama makin habis di curi oleh negara luar. Dan baru setelah kejadian konflik wilayah seperti ini (kejadian di Tanjung Berakit)aja baru sibuk seperti kebakaran jenggot, kalo gak ada konflik saya yakin gak bakal di urus daerah-daerah perbatasan seperti yang saya tempati saat ini.

Selasa, Agustus 31, 2010

Ucapkan Selamat Tinggal kepada Brand Ati

Tahun ini merupakan tahun terakhir bagi kita , terutama pengguna vga ati radeon. Mengapa demikian? DikabarkanAMD siap siap melepas brand ATI buat semua products Graphic chips/cards selanjutnya dimulai diakhir tahun ini. Setelah ATI merger (dibeli/akuisisi) oleh AMD beberapa tahun lalu. Jadi bersiaplah untuk mengucapkan selamat tinggal kepada Ati

Starting next year, AMD’s Vision badge will be the only CPU brand you see on retail desktops/notebooks. You’ll still get Radeon/Fire Pro badges on systems that use those parts, but you’ll no longer see a Phenom II, Athlon II, Turion or Sempron logo on Vision systems. Instead you’ll see what CPU is inside on the little card that sits next to the system at your local retailer.


Adapun alasan kenapa brand ati mau dipensiunkan :
1) AMD brand preference triples when the person surveyed is aware of the ATI-AMD merger.
2) The AMD brand is viewed as stronger than ATI when compared to graphics competitors (presumably NVIDIA).
3) The Radeon and Fire Pro brands themselves (without ATI being attached to them) are very high as is.

The second point is really the justification for all of this. If AMD’s internal research is to be believed, AMD vs. NVIDIA is better from a marketing standpoint than ATI vs. NVIDIA. Honestly, AMD’s research seems believable. AMD has always seemed like a stronger brand to me than ATI. There’s little room for ego in business (despite it being flexed all too often) and I don’t believe AMD would hurt its marketing simply to satisfy any AMD executives - the research makes sense.
Meanwhile the third point is the realization that there are very few product lines with the ATI brand left. ATI's chipset operations were quickly absorbed in to AMD and given appropriate naming, while ATI's consumer electronics products such as their Digital TV division have been sold to other companies. Radeon and FirePro are the only two ATI product lines left, and both are strong brands on their own.



sumber : disini