Jumat, November 27, 2009

Sejarah Lahirnya Komputer



Awal mula komputer yang sebenarnya dibentuk oleh seoarng profesor matematika Inggris, Charles Babbage (1791-1871). Tahun 1812, Babbage memperhatikan kesesuaian alam antara mesin mekanik dan matematika. Mesin mekanik sangat baik dalam mengerjakan tugas yang sama berulangkali tanpa kesalahan, sedang matematika membutuhkan repetisi sederhana dari suatu langkah-langkah tertentu. Masalah tersebut kemudian berkembang hingga menempatkan mesin mekanik sebagai alat untuk menjawab kebutuhan mekanik.
Usaha Babbage yang pertama untuk menjawab masalah ini muncul pada tahun 1822 ketika ia mengusulkan suatu mesin untuk melakukan perhitungan persamaan differensil. Mesin tersebut dinamakan Mesin Differensial. Dengan menggunakan tenaga uap, mesin tersebut dapat menyimpan program dan dapat melakukan kalkulasi serta mencetak hasilnya secara otomatis. Setelah bekerja dengan Mesin Differensial selama sepuluh tahun, Babbage tiba-tiba terinspirasi untuk memulai membuat komputer general-purpose yang pertama, yang disebut Analytical Engine. Asisten Babbage, Augusta Ada King (1815-1842) memiliki peran penting dalam pembuatan mesin ini. Ia membantu merevisi rencana, mencari pendanaan dari pemerintah Inggris, dan mengkomunikasikan spesifikasi Anlytical Engine kepada publik. Selain itu, pemahaman Augusta yang baik tentang mesin ini memungkinkannya membuat instruksi untuk dimasukkan ke dalam mesin dan juga membuatnya menjadi programmer wanita yang pertama. Pada tahun 1980, Departemen Pertahanan Amerika Serikat menamakan sebuah bahasa pemrograman dengan nama ADA sebagai penghormatan kepadanya.
Mesin uap Babbage, walaupun tidak pernah selesai dikerjakan, tampak sangat primitif apabila dibandingkan dengan standar masa kini. Bagaimanapun juga, alat tersebut menggambarkan elemen dasar dari sebuah komputer modern dan juga mengungkapkan sebuah konsep penting. Terdiri dari sekitar 50.000 komponen, desain dasar dari Analytical Engine menggunakan kartu-kartu perforasi (berlubang-lubang) yang berisi instruksi operasi bagi mesin tersebut. Pada 1889, Herman Hollerith (1860 1929) juga menerapkan prinsip kartu perforasi untuk melakukan penghitungan. Tugas pertamanya adalah menemukan cara yang lebih cepat untuk melakukan perhitungan bagi Biro Sensus Amerika Serikat. Sensus sebelumnya yang dilakukan di tahun 1880 membutuhkan waktu tujuh tahun untuk menyelesaikan perhitungan. Dengan berkembangnya populasi, Biro tersebut memperkirakan bahwa dibutuhkan waktu sepuluh tahun untuk menyelesaikan perhitungan sensus.
Hollerith menggunakan kartu perforasi untuk memasukkan data sensus yang kemudian diolah oleh alat tersebut secara mekanik. Sebuah kartu dapat menyimpan hingga 80 variabel. Dengan menggunakan alat tersebut, hasil sensus dapat diselesaikan dalam waktu enam minggu. Selain memiliki keuntungan dalam bidang kecepatan, kartu tersebut berfungsi sebagai media penyimpan data. Tingkat kesalahan perhitungan juga dapat ditekan secara drastis. Hollerith kemudian mengembangkan alat tersebut dan menjualnya ke masyarakat luas. Ia mendirikan Tabulating Machine Company pada tahun 1896 yang kemudian menjadi International Business Machine (1924) setelah mengalami beberapa kali merger. Perusahaan lain seperti Remington Rand and Burroghs juga memproduksi alat pembaca kartu perforasi untuk usaha bisnis. Kartu perforasi digunakan oleh kalangan bisnis dn pemerintahan untuk pemrosesan data hingga tahun 1960.
Pada masa berikutnya, beberapa insinyur membuat penemuan baru lainnya. Vannevar Bush (1890- 1974) membuat sebuah kalkulator untuk menyelesaikan persamaan differensial di tahun 1931. Mesin tersebut dapat menyelesaikan persamaan differensial kompleks yang selama ini dianggap rumit oleh kalangan akademisi. Mesin tersebut sangat besar dan berat karena ratusan gerigi dan poros yang dibutuhkan untuk melakukan perhitungan. Pada tahun 1903, John V. Atanasoff dan Clifford Berry mencoba membuat komputer elektrik yang menerapkan aljabar Boolean pada sirkuit elektrik. Pendekatan ini didasarkan pada hasil kerja George Boole (1815-1864) berupa sistem biner aljabar, yang menyatakan bahwa setiap persamaan matematik dapat dinyatakan sebagai benar atau salah. Dengan mengaplikasikan kondisi benar-salah ke dalam sirkuit listrik dalam bentuk terhubung-terputus, Atanasoff dan Berry membuat komputer elektrik pertama di tahun 1940. Namun proyek mereka terhenti karena kehilangan sumber pendanaan.


Kamis, November 26, 2009

Penukaran Dua Variabel

Bagi temen-temen yang belum jadi exam program yang kemaren, ni contoh bahasanya. Kalo ada yang laen ya silahkan aja di tambahin disini....

#include
#include
int main (void){
int a, b, temp;
printf("--penukaran dua isi variabel--\n");
printf("masukkan nilai a : ");
scanf("%d",&a);
printf("masukkan nilai b : ");
scanf("%d",&b);
temp = a;
a = b;
b = temp;
printf("setelah ditukar maka: \n:");
printf("a=%d, b=%d\n", a,b);
getch();
return 0;
 }

Mengheningkan Cipta Sejenak Buat Para Kambing


Selamat malam semuanya, sudah lama diriku menghilang dari peredaran di dunia maya. Biasa tuntutan mahasiswa, ada ujian di tengah semester. Minggu pertama ujian kali ini mata kuliahnya lumayan bikin kepala sedikit harus berpikir ekstra keras.

Ujian hari pertama Algoritma Dan Pemrograman, ini lumayan bisa diatasi karena cuman butuh logika yang kuat untuk menyelesaikan semua soal yang diujikan. Ujian hari kedua Aljabar Linear Matriks, alhamdulillah open book jadi bisa dengan mudah mengerjakannya (hehehe..). Ujian hari ketiga Bahasa Inggris, dan lagi-lagi sifat ujian open book, bener-bener bersyukur banget. Nah Ujian hari ke-empat Kalkulus, ini yang bener-bener dipaksa harus berpikir ekstra keras, dari logika, itung-itungan semuanya diuji, tapi untungnya lagi –lagi open book.

Ah sudahlah gak usah panjang lebar nyeritain masalah ujiannya. Besok tanggal 27 November Hari Raya Idul Adha, pasti gak dapat bagian daging qurban lagi dah. Udah 3 tahun nempatin ni kost tapi belum pernah sekalipun dapat yang nama bagian daging kurban. Gak kayak di kost lama (sebelum nempatin yang ini), 2 ampe 2,5 kilo pasti dapat. Kalo dibilang pengen sih pengen juga dapet bagian, ya itung-itung buat nambah menu makanan, maklum anak kost.


Menjelang Hari Raya Qurban, disepanjang jalan ato gak di gang-gang pasti banyak pedagang dadakan hewan qurban. Tapi kebanyakan yang dijual sih kambing, mungkin biar gampang bawanya kali ya. Tinggal di iket kaki ama leher terus diangkut dah di mobil pick up.

Sampe ada kejadian aneh 3 hari yang lalu. Ceritanya nih baru pulang dari Buccheri ni, kepengen beli sepatu lagi tapi sayang yang di incer tinggal 40. On the way pulang dah tu, eh tiba-tiba di depan gedung BI ada mobil pick up ngebawa motor spin baru dari dealer. Kok dari belakang (pokoknya yang bagian belakang dah) ngecium yang berbau kambing. Ternyata tu mobil pick up selain bawa motor, bawa kambing juga. Apa jangan-jangan tu orang yang beli motor dapat kambing ya? atau beli kambing dapat motor??

Kasian tu para kambing-kambing, sesaat harga diri mereka naik tapi setelah itu pengorbanan mereka untuk memuaskan para nafsu-nafsu pemakan segalanya bener-bener harus diacungi jempol (jempol kaki). Tapi dibalik kesedihan para kambing yang akan maju di medan perang ada keceriaan dari anak-anak TPA yang keliling bertakbir ria (bener gak ya ungkapannya?). Yang mereka pikirin pasti cuman seneng dan besok bangun pagi untuk sholat I’ed. Kemudian setelah itu ikut nonton pembantaian kambing dan sapi (pengalaman masa kecil, hehehehe).

Untuk itu, marilah kita sedikit memberikan waktu kita untuk mengheningkan cipta sejenak tanpa harus memasang bendera setengah tiang. Dan berharap semoga tahun depan kita bisa merasakan lagi nikmatnya sate dan gulai kambing, hehehehe.

Senin, November 23, 2009

Abacus





Sempoa atau sipoa atau dekak-dekak adalah alat kuno untuk berhitung yang dibuat dari rangka kayu dengan sederetan poros berisi manik-manik yang bisa digeser-geserkan. Sempoa digunakan untuk melakukan operasi aritmatika seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian dan akar kuadrat.
Sempoa telah digunakan berabad-abad sebelum dikenalnya sistem bilangan Hindu Arab dan sampai sekarang masih digunakan pedagang di berbagai belahan dunia seperti di Tiongkok.
Sempoa sering digunakan sebagai alat hitung bagi tuna netra karena manik-manik pada sempoa dapat dengan mudah dirasakan dengan jari-jari. Sehelai kain lembut atau selembar karet biasanya diletakkan dibawah sempoa untuk mencegah manik-manik bergerak secara tidak sengaja.

Sejarah

Asal-usul sempoa sulit dilacak karena alat hitung yang mirip-mirip sempoa banyak dikenal di berbagai kebudayaan di dunia. Konon sempoa sudah ada di Babilonia dan di Tiongkok sekitar tahun 2400 SM dan 300 SM. Orang zaman kuno menghitung dengan membuat garis-garis dan meletakkan batu-batu di atas pasir yang merupakan bentuk awal dari berbagai macam variasi sempoa.

Dalam bahasa Inggris, sempoa dikenal dengan nama abacus. Penggunaan kata abacus sudah dimulai sejak tahun 1387, meminjam kata dalam bahasa Latin abakos yang berasal dari kata abax yang dalam bahasa Yunani berarti "tabel perhitungan." Dalam bahasa Yunani, kata abax juga berarti tabel untuk menggambar bentuk-bentuk geometris di atas debu atau pasir. Ahli lingustik berspekulasi bahwa kata abax berasal dari kata ābāq yang dalam bahasa Ibrani yang berarti "debu." Pendapat lain mengatakan abacus berasal dari kata abak yang dalam keluarga bahasa Fenisia berarti "pasir."









Sabtu, November 21, 2009

Aku Harus Sembuh!!

Good night everyone.....

Owh my goat,,cuaca beberapa hari ini bener2 gak enak banget. Pagi kadang mendung kadang cerah, siang kadang mendung kadang cerah, sore hari sama aja gak ada perubahan. Giliran malam suhu udara bisa sangat2 dingin.

Sepertinya korban dari cuaca yang gak mengenakkan ini sudah ada, yaitu diriku. Mungkin karena kurang tidur juga kali ya ama kondisi badan yang kurang fit akhirnya positif hari ini aku masuk angin. Seluruh badan berasa pegel2 (sumpah tidak mengenakkan banget). Tadi siang menjelang sore dengan cuaca sedikit rada hujan aku bersama sang pacar on the way ke bakso bawor di derah Condong Catur. Niatnya sih pengen angetin badan dengan makan tu mie ayam, tapi yang terjadi malah hampir muntah!! Oh sungguh sangat sangat tidak nyaman.

Aroma baso yang menurutku banyak tepungnya itu bener bener bikin perutku mual. Selesai semuanya langsung on the way egain ke Empire XXi. Rencana yang tadinya pengen registrasi m-tix akhirnya terancam batal kembali, dengan alasan servernya lagi dalam tahap maintenance. Gagal lagi dah punya m-tix...

Ah ya sudah, "mari kita pulang saja sayang", badanku sudah mulai berasa gak karuan ni rasanya. Sepertinya diriku mau sakit "owh, jangan sakit dong...besok senin aku ada ujian mid semester,"GOD HELP ME!!