Selamat Hari Raya Idul Adha 1432 Hijriah buat semuanya yang merayakannya. Hmmm biasanya sehabis shalat isya' tadi malam pasti lagi ngumpul di rumah dan takbiran keliling (hanya kalau pas berada di rumah saja). Dan alhamdulillah selama hampir 9 tahun merantau di Jogja tidak bisa merasakan nikmatnya makan daging qurban bersama orang-orang yang disayangi.
Sedikit sedih juga jika melihat kegembiraan dari wajah-wajah mereka yang benar-benar bisa menikmati artinya berkumpul bersama keluarga. Tapi kesedihan itu gak boleh dijadikan penghalang, namun sebaliknya harus dijadikan motivasi untuk terus bertahan dan maju.
Ah ya sudahlah jangan terlalu banyak ceritanya, hehehe...
Kan ceritanya begini, tadi malam iseng-iseng keluar kost (maklum jenuh juga di kost yang hanya bisa nonton tv, baca "Selimut Debu" dan online) sambil nenteng si flashy (nama estelerku, red : dslr yang setia mengabadikan moment2 indah) menuju ke Sangkuriang buat isi perut dulu.
Nah setelah perut terisi langsung muter-muter tanpa arah mencari sesuatu yang bisa di potret. Selang beberapa menit kemudian akhirnya terdamparlah saya di Jalan. . . . . . (lokasinya di belakang Mirota Batik). Dan saya menemukan ada sekumpulan anak-anak dan beberapa orang dewasa yang sedang takbiran keliling. Sedih dan senang campur aduk jadi satu, dalam hati cuman bisa bilang "Selamat Idul Adha ya buk, pak, maafkan chandra yang udah berbuat salah".
Dan inilah hasil yang bisa saya abadikan saat itu,
Yah, mungkin itu saja sebagian yang bisa di upload disini, sebenarnya masih banyak tapi kalau di upload semua ya kasian bandwidth nya gak kuat, hehehe
Alhamdulillah... "berucap syukur kepada Allah SWT"
akhirnya setelah penantian panjang, setelah berpanas-panas ria sepanjang hari dan malam. Siang hari berangkat kuliah kepanasan dan bahkan malam disaat mau istirahat juga kepanasan sampai si box fan meraung setiap waktu.
Dan kini, hari ini yang dinanti nanti akhirnya datang juga. Sebuah berkah kiriman dari sang pencipta sebagai penyejuk hari yang panas. Kota Yogyakarta hari ini di guyur hujan, nikmatnya tak terkira. Yang tadinya panas kini menjadi adem, "nyaman" :-)
Tanggal 22 Oktober 2011 kemarin di kota Yogyakarta diadakan Jogja Carnaval Day yang diselenggarakan untuk merayakan hut kota Jogja yang ke... (duh saya lupa lagi,hehehe).
Dan disini saya ingin berbagi apa yang saya jepret saat itu. Serta berhubung beberapa hari yang lalu saya tidak terlalu mengurusi si blog ini (mati suri untuk sesaat), maka hari ini saya mencoba kembali menghidupkannya..
Dan inilah beberapa foto yang berhasil saya jepret.. selamat menikmati dan semoga berkenan,
hari ini Sabtu, tanggal 29 Oktober 2011 (2 Zulhijah 1432), saya merubah nama blog ini yang tadinya bernama punyachandra menjadi numbuat. semoga dengan nama yang baru bisa menjadi lebih baik dalam mengarungi dunia per-internetan..
Mungkin ini masalah yang sering dipertanyakan oleh banyak orang. Bahkan kadang ada yang memperdebatkan hal ini sesama temannya. Dan saya sempat berpikir apakah yang harus diperdebatkan untuk mempertahankan ego mereka jika mereka berdebat tidak menggunakan jalan pikiran yang benar.
Memang benar prinsipnya manusia itu makhluk sosial. Tapi bagaimana penerapannya dalam kehidupan sehari-hari? apakah harus dituntut manusia itu harus bersosialisasi, dan bersosialisasi yang bagaimana yang harus kita lakukan di dalam kehidupan ini?
Ada satu teman berkata, katanya manusia wajib bersosialisasi dan suksesnya orang tersebut bersosialisasi adalah dengan dibuktikannya dengan banyaknya teman yang ia punya, baik itu teman di dunia nyata maupun teman di dunia maya (di situs jejaring sosial). Jelas memang jika teman di dunia nyata berarti ia melakukan tatap muka terhadap orang tersebut meskipun tidak setiap waktu. Namun kasusnya akan berbeda dengan teman di dunia maya, apakah teman-teman yang di dunia maya tersebut benar orang yang dia kenal baik ?
Lalu muncul juga pertanyaan saya, apakah dengan banyaknya teman yang kita punya akan menjamin kita akan selalu senang dan bahagia setiap waktu ? bagaimana waktu untuk kesendirian yang akan sangat dibutuhkan?
Hal-hal yang membahas seperti ini yang terkadang membuat waktu kita terbuang sia-sia dengan gak jelas tujuannya apa.
Dan menurut saya, sekali lagi ini menurut saya ya.. "hidup bersosial atau bersosialisasi adalah bukan banyaknya teman yang berhasil kita punya, tapi hidup bersosialisasi adalah seberapa banyak teman yang berkualitas yang kita miliki yang bisa membawa perubahan yang lebih baik untuk kehidupan kita"
Mungkin itu saja coretan malam ini yang ingin saya tulis :)
Ada tujuh pulau terluar di Kabupaten Natuna yang berbatasan langsung dengan negara tetangga Vietnam dan Malaysia. Masing-masing pulau itu adalah Pulau Tokong Boro, Pulau Siumun, Pulau Sebetul, Pulau Sekatung, Pulau Subi Kecil, dan Pulau Senoa.
Data ini berdasar kajian sementara kebijakan strategis Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), yang disampaikan koordinator tim peneliti pusat kajian FISIP UMRAH Wahjoe Pangestoeti, di Hotel Caesar, Rabu (1/9).
Menurut Wahjoe, penelitian tersebut untuk menyusun model pengelolaan daerah perbatasan, dengan membentuk badan pengelolaan daerah perbatasan di Kepri.
“Sudah dua bulan kami melakukan penelitian. Nantinya ke tujuh pulau terluar tersebut akan ditempatkan batas wilayah pulau terluar di setiap kota perbatasan dan kabupaten,” ujarnya.
Wahjoe mencatat, di Provinsi Kepri selain Kabupaten Natuna, ada beberapa daerah pulau terluar lainnya. Ada 19 pulau terluar di Kepri seperti di Batam, Karimun dan Anambas.
“Ini penting, karena untuk mengantisipasi terjadinya konflik perebutan batas wilayah, yang selama ini sering terjadi antara negara tetangga terutama di Kepri,” kata Wahjoe.
Wahjoe mencontohkan, Pulau Sekatung di Natuna merupakan pulau terluar yang paling dekat dengan negara tetangga Vietnam yang dapat ditempuh sekitar 5 jam menggunakan kapal motor. Kondisi seperti ini sangat berpotensi terjadinya rawan konflik perebutan batas wilayah. Sementara model batas wilayah masih diteliti.
SARAN : Semoga semua yang diwacanakan ini tidak hanya sekedar menjadi wacana, jangan biaya untuk pengamanan perbatasan ini di korupsi, dan yang paling penting jangan terlalu sibuk membangun di daerah pusat (Jakarta dan Pulau Jawa) saja. Ingat negara Indonesia ini luas, masyarakatnya banyak, merata di mana-mana daerah, jika pemerintah sibuk memikirkan bagaimana caranya memperkaya diri sendiri maka jangan heran kalau wilayah negara ini makin lama makin habis di curi oleh negara luar. Dan baru setelah kejadian konflik wilayah seperti ini (kejadian di Tanjung Berakit)aja baru sibuk seperti kebakaran jenggot, kalo gak ada konflik saya yakin gak bakal di urus daerah-daerah perbatasan seperti yang saya tempati saat ini.
Tahun ini merupakan tahun terakhir bagi kita , terutama pengguna vga ati radeon. Mengapa demikian? DikabarkanAMD siap siap melepas brand ATI buat semua products Graphic chips/cards selanjutnya dimulai diakhir tahun ini. Setelah ATI merger (dibeli/akuisisi) oleh AMD beberapa tahun lalu. Jadi bersiaplah untuk mengucapkan selamat tinggal kepada Ati
Starting next year, AMD’s Vision badge will be the only CPU brand you see on retail desktops/notebooks. You’ll still get Radeon/Fire Pro badges on systems that use those parts, but you’ll no longer see a Phenom II, Athlon II, Turion or Sempron logo on Vision systems. Instead you’ll see what CPU is inside on the little card that sits next to the system at your local retailer.
Adapun alasan kenapa brand ati mau dipensiunkan :
1) AMD brand preference triples when the person surveyed is aware of the ATI-AMD merger.
2) The AMD brand is viewed as stronger than ATI when compared to graphics competitors (presumably NVIDIA).
3) The Radeon and Fire Pro brands themselves (without ATI being attached to them) are very high as is.
The second point is really the justification for all of this. If AMD’s internal research is to be believed, AMD vs. NVIDIA is better from a marketing standpoint than ATI vs. NVIDIA. Honestly, AMD’s research seems believable. AMD has always seemed like a stronger brand to me than ATI. There’s little room for ego in business (despite it being flexed all too often) and I don’t believe AMD would hurt its marketing simply to satisfy any AMD executives - the research makes sense.
Meanwhile the third point is the realization that there are very few product lines with the ATI brand left. ATI's chipset operations were quickly absorbed in to AMD and given appropriate naming, while ATI's consumer electronics products such as their Digital TV division have been sold to other companies. Radeon and FirePro are the only two ATI product lines left, and both are strong brands on their own.
Kisah nyata di dunia glamor Jakarta ( diadop dari milis tetangga) http://groups. google.co. id/group/ mmugm_depdiknas? hl=id
Dua hari yang lalu gw ketemu dengan salah seorang AFI (Akademi Fantasi Indosiar). Selain lepas kangen (he..he) gw juga dapat cerita seru dari kehidupan mereka. Di balik image mereka yang gemerlap saat manggung atau ketika nongol di teve, kehidupan artis AFI sangat memprihatinkan. Banyak di antara mereka yang hidup terlilit utang ratusan juta rupiah. Pasalnya, orang tua mereka ngutang ke sana-sini buat menggenjot sms putera-puteri mereka. Bisa dipastikan tidak ada satu pun kemenangan AFI itu yang berasal dari pilihan publik. Kemenangan mereka ditentukan seberapa besar orang tua mereka anggup menghabiskan uang untuk sms. Orang tua Alfin dan Bojes abis 1 M. Namun mereka orang kaya, biarin aja.
Yang kasian mah, yang kaga punya duit. Fibri (AFI 005) yang tereliminasi di minggu-minggu awal kini punya utang 250 juta. Dia sekarang hidup di sebuah kos sederhana di depan Indosiar. Kosnya emang sedikit mahal RP 500..000. Namun itu dipilih karena pertimbangan hemat ongkos transportasi. Kos itu sederhana (masih bagusan kos gw gitu loh), bahkan kamar mandi pun di luar. Makannya sekali sehari. Makan dua kali
sehari sudah mewah buat Fibri. Kaga ada dugem dan kehidupan glamor, lha makan aja susah. Ada banyak yang seperti Fibri. Sebut saja intan, Nana, Yuke, Eki, dll.
Mereka teikat kontrak ekslusif dengan manajemen Indosiar. Jadi, kaga bisa cari job di luar Indosiar. Bayaran di Indonesiar sangat kecil. Lagian pembagian job manggung sangat tidak adil. Beberapa artis AFI seperti Jovita dan Pasya kebanjiran job, sementara yang lain kaga dapat/jarang dapat job. Maklum artisnya sudah kebanyakan. Makanya buat makan aja mereka susah. Temen gw malah sering dijadiin tempat buat minjem duit. Minjemnya bahkan cuma Rp 100.000. Buat makan gitu loh. Mereka ga berani minjem banyak karena takut ga bisa bayar.
Ini benar-benar proyek yang tidak manusiawi. Para orang tua dan anak Indonesia dijanjikan ketenaran dan kekayaan lewat sebuah ajang adu bakat di televisi. Mereka dikontrak ekslusif selama dua tahun oleh Indosiar. Namun tidak ada jaminan hidup sama sekali. Mereka hanya dibayar kalo ada manggung. Itu pun kecil sekali, dan tidak menentu. Buruh pabrik yang gajinya Rp 900.000 jauh lebih sejahtera daripada mereka.
Nah acara ini dan acara sejenis masih banyak, Pildacil juga begitu. Kasian orang tua dan anak yang rela antre berjam-jam untuk sebuah penipuan seperti ini. Seorang anak pernah menangis tersedu-sedu saat tidak lolos dalam audisi AFI. Padahal dia beruntung. Kalau dia sampai masuk, bisa dibayangkan betapa dia akan membuat orang tuanya punya utang yang melilit pinggang, yang tidak akan terbayar sampai kontraknya habis.
JUDI SMS MENGGILAAAA ......
Tiap stasiun televisi di Indonesia mempunyai acara kontes-kontesan. Tengok saja misalnya AFI, Indonesian Idol, Penghuni Terakhir, KDI, Putri Cantrik, dsb. Sejatinya, tujuan dari acara ini bukan mencari bibit penyanyi terbaik. Acara ini hanya sebagai kedok. Bisnis sebenarnya adalah SMS premium.
Bisnis ini sangat menggiurkan, lagi pula aman dari jeratan hukum – setidaknya sampai saat ini. Mari kita hitung. Satu kali kirim SMS biayanya --anggaplah- - Rp 2000. Uang dua ribu rupiah ini sekitar 60% untuk penyelenggara SMSCenter (Satelindo, Telkomsel, dsb). Sisanya yang 40% untuk "bandar" (penyelenggara) SMS. Siapa saja bisa jadi bandar, asal punya modal untuk sewa server yang terhubung ke Internet nonstop 24 jam per hari dan membuat program aplikasinya. Jika dari satu SMS ini "bandar" mendapat 40% (artinya sekitar Rp 800), maka jika yang mengirimkan sebanyak 5% saja dari total penduduk Indonesia (Coba anda hitung, dari 100 orang kawan anda, berapa yang punya handphone? Saya yakin lebih dari 40%), maka bandar ini bisa meraup uang sebanyak Rp.80.000.000.000 (baca: Delapan puluh milyar rupiah). Jika hadiah yang diiming-imingkan adalah ? rumah senilai 1 milyar, itu artinya bandar hanya perlu menyisihkan 1,25% dari keuntungan yang diraupnya sebagai "biaya promosi"! Dan ingat, satu orang biasanya tidak mengirimkan SMS hanya sekali. Masyarakat diminta mengirimkan SMS sebanyak-banyaknya agar jagoannya tidak tersisih, dan "siapa tahu" mendapat hadiah. Kata "siapa tahu" adalah untung-untungan, yang mempertaruhkan pulsa handphone. Pulsa ini dibeli pakai uang. Artinya : Kuis SMS adalah 100% judi. Begitu menggiurkannya bisnis ini, sampai-sampai Nutrisari membuat iklan yang saya pikir menyesatkan. Pemirsa televisi diminta menebak, "buka" atau "sahur", lalu jawabannya dikirim via SMS. Ada embel-embel gratis. Ada kata, "dapatkan handphone... " Saya bilang ini menyesatkan, karena pemirsa televisi bisa menyangka : "Dengan mengirimkan SMS ke nomor sekian yang gratis (toll free), saya bisa mendapat handphone gratis".
Kondisi ini sudah sangat menyedihkan. Bahkan sangat gawat. Lebih parah daripada zaman Porkas atau SDSB. Jika dulu, orang untuk bisa berjudi harus mendatangi agen, jika dulu zaman jahiliyah orang berjudi dengan anak panah, sekarang orang bisa berjudi, hanya dengan beberapa ketukan jari di pesawat handphone!
Tolong bantu sebarkan kampanye anti judi SMS ini. Tanpa bantuan anda, kampanye ini akan meredup dan sia-sia belaka.
suatu sistem itu di buat untuk mempermudah atau memperjelas atau mengorganisasikan hal-hal yang diatur di dalam sistem itu. memang sebuah sistem itu di buat oleh manusia, tetapi tujuan di buat sistem juga untuk kenyamanan bersama, kenyamanan orang-orang yang terlibat di dalam sistem itu. banyak hal bisa diatur oleh sebuah sistem.
tapi memang dasarnya manusia itu sudah gak bisa berpikir yang baik maka sistem yang di buat untuk kenyamanan bersama justru malah di rusak, seperti :
a. sistem itu di langgar seolah-olah sistem itu miliknya, padahal dia hanya seseorang yang di atur di dalam sistem tersebut (kalo mau seenaknya ya bikin aja sistem sendiri dan jangan ganggu sistem yang sudah ada)
b. mengobrak-abrik sistem dengan cara yang primitif (jaman udah serba maju tapi tetep aja masih primitif, tapi wajar kalo primitif, Indonesia kan belum jadi negara maju, cuman jadi negara yang berkembang dari tahun ke tahun, hahahahaha memalukan!!!!)
c. sistem di hancurkan dari dalam (sebenarnya kalo orang-orang yang terlibat di dalam sebuah sistem itu bisa berpikir dengan baik hal ini gak mungkin terjadi, tapi sayang jaman sekarang otak sudah gak pernah di pake tapi otot yang selalu di gunakan)
jika berada di dalam sebuah sistem yang mana sistem itu pasti ada pemiliknya, maka wajar kalo si pemilik selalu mengawasi sistem nya, seperti contoh kita punya komputer PC/laptop, di dalam prinati komputer/laptop tersebut pasti ada yang namanya sistem, dan setiap saat pasti kita mengawasi sistem kecil kita itu,jika ada virus yang mengganggu sistem itu pasti kita langsung panik terus panik lagi dan lagi, hahahaha (kidding sesaat).
nah sama sebagai pemilik pasti selalu mengawasi sistemnya, dan pemilik pasti tidak suka jika sistem nya di obrak abrik.
jika tidak mau merasa di awasi maka jangan masuk ke sistem itu
Sudah tidak bisa disangkal lagi, mutu pendidikan di Indonesia banyak dikeluhkan berbagai kalangan. Dari tahun ke tahun selalu fasilitas sarana dan pendanaan yang menjadi faktor kendala utama. Dan, ini tentu saja berakibat mutu lulusannya dipertanyakan. Kita mungkin sudah ketinggalan jauh di tingkat regional Asia Tenggara, terutama dari negara Singapura atau Malaysia.
Di tengah keterpurukan soal mutu dunia pendidikan kita, ternyata tidaklah sama dengan tingkat intelegensi manusia Indonesianya. Sejumlah orang Indonesia ternyata banyak yang berotak encer. Mereka bekerja di luar negeri seperti di Eropa, Amerika dan Jepang. Bahkan berhasil menduduki posisi penting.
Suhendra misalnya. Pria kelahiran Jakarta, 17 November 1975 itu, saat ini bekerja pada Badan Peneliti Jerman, BAM di Berlin. Alumnus Universitas Diponegoro Semarang itu berhasil bekerja sebagai peneliti di Jerman setelah meraih gelar doktor di sebuah univeritas teknik di Jerman. Uniknya, Suhendra yang ahli di bidang metal eksplosif itu membiayai kuliahnya dengan bekerja serabutan dan mengumpulkan botol bekas.
Jabatan yang diraih Andreas Raharso mungkin membuat kita berdecak kagum. Pria berusia 44 tahun itu saat ini menduduki pimpinan atau CEO pada sebuah lembaga riset global Hay Group yang berkantor di Singapura.
Hay Group sendiri mempunyai jaringan di hampir belahan dunia dan berkantor pusat di Amerika. Klien dari Hay Group ini kebanyakan adalah para pimpinan dunia seperti Amerika serikat, Perancis dan Inggris. Jabatan yang diraih Andreas Raharso cukup fenomenal, karena merupakan satu-satunya orang Asia yang berhasil menduduki posisi puncak. Selama ini jabatan itu didominasi warga Amerika dan Eropa.
Satu lagi orang Indonesia yang berhasil menduduki posisi penting adalah Profesor Yow Pin Liem. Pria 49 tahun asal Cirebon, Jawa Barat itu adalah pimpinan dan pendiri sebuah perusahaan riset Pro Thera Biologisc di Rhode Island, Amerika Serikat. Di tempat riset Prof Yow ini sudah banyak berkontribusi melakukan penelitian terutama masalah pemahaman seputar molekul kanker dan anthrax.
Barangkali gelar akademis yang diraih Kent Sutanto ini tentulah langka. Pria kelahiran Surabaya 1951 silam itu meraih gelar doktor di Jepang. Tidak tanggung-tanggung gelar doktor yang diraih Kent di negeri sakura itu sebanyak empat gelar dari universitas yang bebeda. Saat ini Kent Sutanto mengajar di Universitas Waseda, kampus almamaternya. Selain itu Kent Sutanto juga sebagai dosen tamu di Universitas Venesia, Italia. Karena otaknya yang cemerlang, pria asal Surabaya yang sudah 35 tahun tinggal di Jepang itu mendapat kepercayaan pemerintah setempat duduk di MITI, semacam Departemen dan Perindustrian Jepang.
Menilik prestasi dan kegigihan orang-orang Indonesia ini memang tidak kalah bahkan setara dengan ilmuwan dunia. Walau kondisi pendidikan di tanah air dirasa masih belum kondusif mereka mampu menembus ruang dan waktu berkiprah cemerlang di tingkat internasional. Mereka mengaku masih betah mengabdi di mancanegara. Mereka belum berniat untuk berkiprah di tanah air, karena mereka trauma ilmu yang mereka raih dengan susah payah itu tidak mendapatkan penghargaan yang selayaknya.
Tahun 2009 segera berakhir, 2010 menjelang. Tanpa disadari, waktu terus berganti. Padahal, dibalik pergantian tahun itu, bangsa Indonesia tengah menghadapi persoalan serius. Jika dibiarkan, persoalan ini akan menimbulkan masalah besar pada jangka panjang.
Bahkan, persoalan tersebut nyata ada di depan mata. Ironisnya, ini belum disadari oleh pemerintah dan masyarakat pada umumnya. Akibatnya, masalah ini terus berlarut-larut sehingga merugikan Indonesia.
Salah satu fenomena yang menonjol itu adalah semakin kuatnya kecenderungan orang pintar Indonesia yang mendapat gelar doktor dari luar negeri, memilih tinggal dan bekerja di luar negeri. Mereka adalah doktor-doktor terbaik lulusan Yale, Cranfield, Stanford, MIT dan lain-lain. Umumnya mereka bergelut di bidang ilmu eksakta dan engineering seperti teknik, fisika, matematika komputer, dan sejenisnya.
Tahun 2007 saja sekitar 20-an doktor Indonesia lulusan luar negeri memilih bekerja di Malaysia, 3 orang bekerja di Brunei, dan sekitar 5 orang di Singapura. Setiap tahun Depdinkas dibanjiri permintaan para doktor yang sudah selesai ikatan dinas untuk diizinkan bekerja di luar negeri. Padahal untuk “mencetak” seorang doktor di perguruan tinggi bergengsi di luar negeri, biaya yang dibutuhkan lebih dari $30 ribu per tahun.
Ada beberapa alasan mengapa eksodus terjadi: Pertama, Remunerasi. PTN tempat mereka bekerja sebelumnya tidak mampu memberikan remunerasi yang layak. Sementara gaji mereka di Malaysia sekitar Rp 50 juta per bulan, belum termasuk fasilitas perumahan dan pendidikan gratis untuk anak mereka.
Kedua, Tantangan pengembangan ilmu. Banyak dari mereka yang butuh situasi kerja yang benar-benar membawa tantangan. Mereka ingin sekali agar ilmu yang mereka dapatkan benar-benar dapat didayagunakan secara optimal. Malaysia dan negara lain mampu menghadirkan hal tersebut, salah satu contohnya adalah Malaysia saat ini telah mengembangkan Pusat Biotech Valley di Petaling Jaya, Kuala Lumpur, semacam Silicon Valley di Amerika Serikat.
Indonesia juga terancam kehilangan generasi cerdas dan brilian, karena sebagian besar anak-anak cerdas peraih penghargaan olimpiade sains internasional memilih menerima tawaran belajar dari berbagai universitas di luar negeri, terutama Singapura.
Pemerintah hanya memberikan fasilitas masuk perguruan tinggi negeri tanpa tes dan siswa bersangkutan dijanjikan akan diberikan beasiswa. Sementara Singapura lebih agresif dengan memburu siswa-siswa brilian ke sejumlah sekolah di Indonesia lewat agen yang tersebar di sejumlah kota, seperti Jakarta, Surabaya, dan Medan.
Siswa-siswa brilian itu dijanjikan fasilitas yang menggiurkan. Selain beasiswa, siswa cerdas juga ditawari subsidi biaya kuliah (tuition grant) dari Pemerintah Singapura sebesar 15.000 dollar Singapura (sekitar Rp 112,5 juta per tahun), atau pinjaman bank tanpa agunan untuk biaya kuliah. Jika siswa mengambil pinjaman bank, cicilan pinjamannya dibayar setelah mereka bekerja.
Sekitar 250-300 siswa cerdas Indonesia setiap tahun pergi ke Singapura untuk kuliah di perguruan tinggi seperti Nanyang Technological University, National University of Singapore, dan Singapore Management University. Dari total pelajar dan mahasiswa Indonesia di Singapura sebanyak 18.341 orang, sekitar 5.448 orang di antaranya sedang mengambil S-1, S-2, dan S-3 di berbagai program studi. Singapura menargetkan merekrut 150.000 mahasiswa asing hingga tahun 2015.
Harus ada kebijakan terobosan untuk mempertahankan siswa-siswa cerdas dan brilian tetap menjadi aset Indonesia. Mereka memang perlu mengembangkan ilmu ke berbagai universitas terkemuka di dunia, namun harus diciptakan kondisi yang mendukung agar mereka bergairah kembali ke Tanah Air untuk mengabdikan ilmunya untuk kemajuan bangsa Indonesia.
Perkembangan kamera digital semakin pesat. Berbagai innovasi dilakukan dengan menyuguhkan kamera pocket yang praktis digunkana untuk keperluan dokumentasi keluarga.
Dilansir KabarIT dari Ephotozine, Samsung dalam waktu dekat akan meluncurkan Samsung 5500. Berbeda dengan kamera digital pocket lainnya, Samsung memberikan tambahan fasilitas nirkabel berupa Bluetooth 2.0 dan Wifi yang mendukung DLNA. Dengan dukungan fasilitas ini, anda dapat mentransver foto-foto dari kamera anda ke komputer bahkan ke internet. Anda dapat mengupload foto-foto anda ke Facebook, Picasa, YouTube atau account samsungimaging.com langsung dari kamera anda.
Disamping itu, kamera ini menggunakan layar sentuh 3.7in WVGA AMOLED Touch-Screen, sehingga anda dapat dengan mudah mengatur content yang terdapat dalam kamera. Fasilitas yang cukup handal ini juga didukung dengan kualitas kamera yang cukup tinggi, didukung dengan kualitas 14,2 Mega Pixel 7x optical zoom, menjadikan gambar yang diperoleh sangat tajam.
Kamera ini akan tersedia di pasaran pada April 2010 dengan harga £ 349,99.
INDOSAT sebagai operator telekomunikasi yang selalu berupaya mengedepankan inovasi memenuhi harapan masyarakat dengan meluncurkan layanan berbasis Android pertama di Indonesia.
Android sendiri merupakan sistem operasi bergerak (mobile) yang menggunakan versi modifikasi kernel Linux. Android memiliki berbagai keunggulan sebagai software berbasis kode komputer yang bisa didistribusikan (open source) sehingga progammer bisa membuat aplikasi baru di dalamnya.
Indosat menyediakan berbagai paket layanan berbasis Android dengan menggandeng 6 Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) terkemuka. Di antaranya HTC Hero, Motorola Milestone, Samsung Galaxy Spica, LG GW 620, Huawei U8230, dan Sony Ericsson Xperia X10.
Selain itu, Indosat juga meluncurkan aplikasi-aplikasi berbasis Android melalui Android Application Store yang merupakan “toko virtual” yang menyediakan ribuan aplikasi baik yang gratis maupun berbayar. Indosat menghadirkan Android Application Store sebagai bentuk keseriusan dalam memberikan layanan yang terintegrasi di satu tempat untuk menampung kebutuhan pelanggan terkait aplikasi dan layanan Android dari Indosat.
Semua paket layanan itu akan dihadirkan di Indosat Android Expo pada Pameran Mega Bazaar di JCC 3-7 Maret 2010. dapatkan harga Handset Android dengan diskon menarik dari 6 ATPM yang bekerja sama dengan Indosat. Dan dapatkan juga paket layanan menarik lainnya!
“Indosat akan terus memberikan inovasi-inovasi lainnya sebagai komitmen kami untuk terus memberikan alternatif solusi dalam mendukung aktivitas berkomunikasi mobile pelanggan kapan pun dan di mana pun, yang antara lain dibuktikan melalui pelucuran layanan berbasis Android ini,” jelas Guntur S Siboro, Chief Marketing Officer Indosat.
Nampaknya perang para hacker Indonesia dan Malaysia tidak akan kunjung usai. Baru-baru ini hacker Indonesia yang menyebut dirinya Gembel.Cyber “mengerjai” web Malaysia. Tidak hanya satu. tapi puluhan web yang “dikerjai” oleh sang hacker.
Pada halaman index pada masing web diganti dengan tulisan “INDONESIA ARMY” dengan bendera Indonesia yang berkibar. Tak ketinggalan juga lagu Indonesia Raya terdengar saat alamat web itu dibuka. Ada pula web bertuliskan Server Error dan under construction. Sang hacker juga mengucapkan terimakasih kepada beberapa temannya yang mungkin ikut membantu dalam penyerangan ini.
Adapun beberapa web yang “dikerjai” Gembel.Cyber adalah :
Hampir semua pengguna internet mengenal situs jejaring social Facebook. Di sini antar member dapat saling bertukar informasi, foto, video dan saling berkomentar. Dengan kecanggihan ini menjadikan Facebook menjadi besar dan digemari para pengguna internet.
Dilansir KabarIT dari Telegraph, Baru-baru ini Facebook mendapatkan predikat sebagai “World’s Most Innovative Company”. Fast Company, sebuah majalah Amerika Serikat yang berfokus pada inovasi, media digital dan teknologi, menarik 50 perusahaan paling inovatif dari seluruh dunia termasuk Amazone, Google dan Apple.
Facebook memperoleh peringkat dipuncak karena digunakan oleh 400 juta pengguna internet di seluruh dunia. Sedangkan perusahaan yang memperoleh peringkat kedua adalah Amazon dengan e-book reader, peluasan video dan musik serta penjualan elektronik. Sedangakan Apple dan Google menempati peringkat ke tiga dan keempat.
Well it's hard to explain but I'll try if you let me
Well its hard to sustain
I'll cry if you let me
This doesn't change the way I feel about you or your place in my life
(please don't cry)
Can't you see I'm dying here?
A shot of broken heart that is chased with fear
Angels cry when stars collide
And I can't eat and I can't breathe
I wouldn't want it any other way
Intentions that were pure have turned obscure
Seconds into hours
Minutes into years
Don't ask me why
(please don't cry)
I cant tell you lies
Angels cry when stars collide
And I can't eat and I can't breathe
I wouldn't want it any other way. [repeat]
My heart burns through
My chest to the floor
Tearing me silently although abruptly
Words cant hide as I'm taking you home
And I tried to see
Tried to understand your words as I'm taking you home
Angels cry when stars collide
And I can't eat and I can't breathe
I wouldn't want it any other way
Samsung telah meluncurkan sebuah kartu memory tahan banting, yang diklaim Samsung akan tetap bekerja normal dalam kondisi apapun.
Menurut Samsung, kartu ini tahan terhadap guncangan, air, magnet, dan telah dibuktikan dapat bertahan setelah terendam selama sekitar 24 jam.
Kartu memory ini juga akan tahan terhadap tabrakan oleh kendaraan seberat 1,6 ton, dan akan bertahan lebih dari 13 kali kekuatan magnet speaker home theater yang terdapat di rumah Anda.
Kartu memory Samsung hadir dengan warna krem metalik atau warna asli casing, dan tersedia untuk jenis kartu format microSD, SD, dan CompactFlash. Untuk format microSD dan SD card akan hadir dengan kapasitas 4, 8 atau 16 GB dan versi CompactFlash tersedia dalam 4 atau 8 GB. Kartu memory tahab banting ini sudah tersedia di Eropa.